|
Apa itu Quick Count?
Penghitungan Suara Cepat (Quick Count) atau juga dikenal
sebagai Tabulasi Suara Paralel (Parallel Vote Tabulation)
merupakan salah satu metode yang berguna untuk memantau
proses pemungutan suara. Quick Count merupakan sebuah proses
pengumpulan informasi oleh ratusan bahkan ribuan relawan
melalui pemantauan langsung saat pemungutan dan penghitungan
suara di tempat pemungutan suara (TPS) yang sudah ditentukan.
Pemantau mencatat informasi, termasuk hasil penghitungan
suara yang ada, pada formulir khusus dan melaporkan
temuannya tersebut ke pusat pengumpulan data.
Quick Count tidaklah sama dengan penelitian opini publik
maupun exit polling. Quick Count bukan opini dan tidak
menanyakan pada pemilih siapa dan bagaimana mereka memilih,
melainkan berdasarkan fakta karena data diambil langsung
dari TPS sehingga datanya pun lebih dapat
dipertanggungjawabkan. Ada dua alternatif pengumpulan data,
komprehensif (data dari semua TPS) atau hanya di beberapa
TPS yang dipilih melalui perhitungan statistik secara acak.
Cara yang terakhir membutuhkan relawan yang relatif lebih
sedikit.
Kebanyakan Quick Count memiliki dua komponen: (1) pengecekan
independen atas penghitungan yang dilakukan institusi resmi
pemerintah seperti Komisi Pemilihan Umum (KPU); dan (2)
analisis sistematis dari aspek kualitatif proses pemilu.
Beberapa aspek kualitatif yang diteliti dalam Quick Count
antara lain: waktu pembukaan TPS, ketersediaan bahan-bahan
logistik pemilu, waktu pemungutan, ketidakwajaran yang
terjadi ketika proses pemungutan, representasi partai
politik, kemungkinan adanya ancaman, keakuratan dari
penghitungan akhir di TPS, dsb.
Berbagai data yang diperoleh dari Quick Count dapat
digunakan untuk landasan analisa terhadap kualitas proses
pemilu secara keseluruhan dan mengidentifikasi penyimpangan
yang dapat mempengaruhi hasil pemilu.
Bagaimana Quick Count dilaksanakan?
Meskipun tingkat kepercayaan statistik tidak dapat mencapai
100%, namun dengan mempertimbangkan kondisi geografis dan
kompleksitas Indonesia, Quick Count dengan perhitungan
statistik adalah yang paling cepat, praktis, relatif lebih
murah, akurat, dan dapat dipercaya untuk mengetahui hasil
pemilu.
Kekuatan Quick Count juga tergantung pada bagaimana sampel
dibangun. Sampel Quick Count memberikan landasan untuk
mengestimasi secara akurat keseluruhan populasi, karena
sampel merupakan pokok kumpulan khusus dari populasi yang
dapat mengungkapkan karakteristik populasi. Namun meskipun
demikian, membuat sampel berarti membuat pilihan, yang
masing-masing berdampak terhadap akurasi data dan jenis
analisa data yang ada. Yang perlu diperhatikan dalam menarik
sampel adalah faktor-faktor yang berdampak pada distribusi
suara dalam populasi suara.
Dalam menentukan unit sampel, misalnya, baik TPS maupun
kelurahan dapat dijadikan alternatif pilihan. Di satu sisi
menggunakan kelurahan sebagai unit sampel lebih pasti karena
datanya dapat diperoleh jauh-jauh hari di Badan Pusat
Statistik (BPS) dan lebih jelas lokasinya. Namun di sisi
lain, dapat juga menggunakan unit sampel TPS langsung.
|
|